DHANI TV SERVICE Temukan kami di TOKO PEDIA

Tampilkan postingan dengan label BELAJAR SERVICE TV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BELAJAR SERVICE TV. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

KOMPONEN elektronic

KOMPONEN-KOMPONEN ELEKTRONIKA
Komponen Elektronica di bagi 2 yaitu komponen pasif, dan komponen aktif
1. Komponen Pasif
Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan
sumber tegangan atau sumber arus tersendiri.
Adapun yang termasuk komponen pasif antara lain :
1.1.RESISTOR
Resistor adalah suatu komponen elektronika yang fungsinya untuk menghambat arus
listrik.
Resistor dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1.1.1. Resistor Tetap
Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap. Resistor
memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/16 watt, 1/8 watt, ¼ watt, ½ watt
dsb.
Artinya resitor hanya dapat dioperasikan dengan daya maksimal sesuai dengan
kemampuan dayanya.
Simbol Resistor Tetap :
Gambar Contoh Resistor 
Untuk mengetahui nilai hambatan suatu resistor dapat dilihat atau dibaca dari
warna yang tertera pada bagian luar badan resistor tersebut yang berupa gelang
warna.

Warna Resistor
WARNA GELANG KE
1 DAN 2 3 4
Hitam 0 x 1 1%
Coklat 1 x 10 2%
Merah 2 x 100 2%
Jingga 3 x 1000 -
Kuning 4 x 10000 -
Hijau 5 x 100000 -
Biru 6 x 1000000 -
Ungu 7 x 10000000 -
Abu-abu 8 x 100000000 -
Putih 9 x 1000000000 -
Emas - x 0.1 5%
Perak - x 0.01 10%
Tidak Berwarna - - 20%
Contoh :
Gambar sistem kode pewarnaan pada resistor

Keterangan untuk 4 band :
- Gelang ke-1 dan ke-2 menyatakan angka dari resistor tersebut.
- Gelang ke-3 menyatakan faktor pengali (banyaknya nol).
- Gelang ke-4 menyatakan toleransi.
Misalnya :
Resistor dengan warna : merah hitam kuning perak
Maka nilainya : 2 0 104 10%
Berarti nilai resistor tersebut adalah = 200.000 Ohm atau 200 Kohm dengan
toleransi sebesar 10%.
Range hambatan resistor tersebut adalah
= 200.000 ± 10%
= 10% x 200.000 = 20.000 Ohm
= 200.000 – 20.000 sampai 200.000 + 20.000
= 180.000 sampai 220.000 Ohm.
1.1.2. Resistor yang Tidak Tetap (Variabel)
Ialah resistor yang nilai hambatannya atau resistansinya dapat diubah-ubah.
Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer.
Yang banyak digunakan ialah trimpot dan potensimeter.
a. Potensiometer
Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros
yang telah tersedia. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara
fungsional.
Simbol Potensiometer :  
Gambar Potensiometer   
b. Trimpot
Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar
porosnya dengan menggunakan obeng. Untuk mengetahui nilai hambatan dari
suatu trimpot dapat dilihat dari angka yang tercantum pada badan trimpot
tersebut.
Simbol Trimpot : 
Gambar Trimpot 
1.2.KAPASITOR
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan
muatan listrik atau energi listrik. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada
kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Seperti halnya hambatan, kapasitor
dapat dibagi menjadi :
1.2.1. Kapasitor Tetap
Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang mempunyai nilai kapasitas yang tetap.
Simbol Kapasitor Tetap :  
Kapasitor dapat dibedakan dari bahan yang digunakan sebagai lapisan diantara
lempeng-lempeng logam yang disebut dielektrikum.
Dielektrikum tersebut dapat berupa keramik, mika, mylar, kertas, polyester
ataupun film. Pada umumnya kapasitor yanng terbuat dari bahan diatas nilainya
kurang dari 1 mikrofarad (1mF).
Satuan kapasitor adalah Farad, dimana 1 farad = 103 mF = 106 mF = 109 nF =1012
pF.
Untuk mengetahui besarnya nilai kapasitas atau kapasitansi pada kapasitor dapat
dibaca melalui kode angka pada badan kapasitor tersebut yang terdiri dari 3 angka.
Angka pertama dan kedua menunjukkan angkaatau nilai, angka ketiga
menunjukkan faktor pengali atau jumlah nol, dan satuan yang digunakan ialah
pikofarad (pF).
Contoh :
Pada badan kapasitor tertulis angka 103 artinya nilai kapasitas dari kapasitor
tersebut adalah 10x103 pF = 10 x 1000 pF = 10nF = 0,01 mF.
Kapasitor tetap yang memiliki nilai lebih dari atau sama dengan 1mF adalah
kapasitor elektrolit (elco). Kapasitor ini memiliki polaritas (memiliki kutub positif
dan kutub negatif) dan biasa disebutkan tegangan kerjanya.
Misalnya : 100mF 16 V artinya elco memiliki kapasitas 100mF dan tegangan
kerjanya tidak boleh melebihi 16 volt.
Simbol Elco :  
Gambar Kapasistor tetap
1.2.2. Kapasitor Tidak Tetap
Kapasitor tidak tetap adalah kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi atau
kapasitas yang dapat diubah-ubah. Kapasitor ini terdiri dari :
a. Kapasitor Trimer
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar
porosnya dengan obeng.
Simbol Trimmer :
Gambar Trimer 

b. Variabel Capasitor (Varco)
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros
yang tersedia. (bentuk menyerupai potensiometer)
Simbol Varco :  
1.3.DIODA (PN Junction)
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan
tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium
(Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).
Dioda terdiri dari :
1.3.1. Dioda Kontak Titik
Dioda ini dipergunakan untuk mengubah frekuensi tinggi menjadi frekuensi
rendah.
Contoh tipe dari dioda ini misalnya; OA 70, OA 90 dan 1N 60.
Simbol Dioda Kontak Titik :  
1.3.2. Dioda Hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus atau tegangan yang besar hanya satu arah.
Dioda ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan.
Dioda ini memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal, misalnya Dioda tipe
1N4001 ada 2 jenis yaitu yang berkapasitas 1A/50V dan 1A/100V.
Simbol dioda hubungan sama dengan simbol dioda kontak titik.
1.3.3. Dioda Zener
Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah
kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan.
Tipe dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12 V, ini
berarti dioda zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12 V atau
menjadi 12 V.
Simbol Dioda Zener :
Gambar Dioda Zener

1.3.4. Dioda Pemancar Cahaya (LED)
LED adalah kepanjangan dari Light Emitting Diode (Dioda Pemancar Cahaya).
Dioda ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8 V dengan
arus 1,5 mA. LED banyak digunakan sebagai lampu indikator dan peraga
(display).
Simbol LED :
Gambar Dioda 

1.4.TRANSFORMATOR
Transformator disingkat dengan Trafo. Trafo terdiri dari dua buah lilitan yaitu lilitan
primer dan lilitan skunder. Trafo bekerja berdasarkan sistem perubahan gaya medan listrik,
yang dapat digunakan untuk menaikan atau menurunkan tegangan listrik AC.
Simbol Trafo :
Gambar Trafo 

1.5.RELAY

Relay adalah saklar (switch) elektrik yang bekerja berdasarkan medan magnet. Relay
terdiri dari suatu lilitan dan switch mekanik. Switch mekanik akan bergerak jika ada arus
listrik yang mengalir melalui lilitan.
Susunan kontak pada relay adalah:
Normally Open : Relay akan menutup bila dialiri arus listrik.
Normally Close : Relay akan membuka bila dialiri arus listrik.
Changeover : Relay ini memiliki kontak tengah yang akan melepaskan diri dan
membuat kontak lainnya berhubungan.
Simbol Relay :
Gambar Relay

2. KOMPONEN AKTIF
Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya memerlukan
sumber arus atau sumber tegangan tersendiri.
Yang termasuk komponen aktif antara lain :

2.1.TRANSISTOR
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.
Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub

Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub

Transistor biasa terdiri dari 3 buah kaki yang masing-masing diberi nama: emitor, basis
dan kolektor.
Transistor bipolar dapat diibaratkan dengan dua buah dioda yang tergambar pada gambar


Simbol Transistor :

Gambar Transistor

Untuk mengetahui kaki-kaki transistor lebih mudah dengan melihat data book transistor
yang mencantumkan kaki-kaki transistor.
Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N,
JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET kanal P.
Simbol Transistor Unipolar :
Gambar Transistor Unipolar

2.2.THYRISTOR
Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan banyak
digunakan sebagai saklar elektronik. Gambar diskrit dan simbol SCR ditunjukkan dengan
gambar dibawah ini :
   
Gambar THYRISTOR 
Thyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika
pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif
terhadap katoda.
Pemberian tegangan ini akan menyulut thyristor, dan ketika tersulut thyristor akan tetap
menghantar. SCR akan terputus jika arus yang melalui anoda ke katoda menjadi kecil atau
gate pada SCR terhubung dengan ground.

2.3.TRANDUCER
Tranducer adalah pengoperasian kerja suatu rangkaian yang lebih mudah diukur atau
dikendalikan oleh besaran listrik, yaitu tegangan dan arus dimana terjadi perubahan dari
suatu besaran ke besaran lainnya.
Adapun komponen elektronika yang termasuk ke dalam tranducer ialah :

2.3.1. LDR (Light Dependent Resistance)
Yaitu resistor yang dapat berubah-ubah nilai resistansinya jika permukaannya
terkena cahaya. Kondisinya ialah jika terkena cahaya nilai resistansinya
kecil,sedangkan jika tidak terkena cahaya (kondisi gelap) maka nilai resistansinya
besar.
Simbol LDR :
Gambar LDR

2.3.2. NTC (Negative Temperature Coeffisient)
Yaitu resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan
temperatur terhadapnya. Jika temperaturnya makin tinggi maka nilai resistansinya
kecil dan sebaliknya bila temperaturnya makin rendah maka nilai resistansinya
semakin besar.
Simbol NTC :
2.3.3. PTC (Positive Temperature Coeffisient)
Yaitu resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan
temperatur terhadapnya. Jika temperaturnya makin tinggi maka nilai resistansinya
semakin besar sedangkan bila temperaturnya makin rendah maka nilai
resistansinya pun semakin kecil.
Simbol PTC :
Gambar Negative Temperature Coeffisient dan Positive Temperature Coeffisient


transaksi jadi lebih mudah dengan

Minggu, 25 Desember 2011

DIODA


Dioda biasa di singkat dengan huruf D adalah suatu komponen elektronika yang terbuat dari bahan semi konduktor. Dioda mempunyai dua elektroda: bahan positifnya di sebut Anoda dan bahan negatifnya disebut Katoda.
Dioda hanya dapat dialiri arus satu arah saja, sehingga banyak di pakai untuk aplikasi rangkaian Penyearah (Rectifier). 
Macam-macam type dioda: 
1. DUS
Terbuat dari bahan Silikon
Diantaranya : BA127, BAY61, BA211,BAX13,IN914,IN4148
2. DUG
Terbuat dari bahan Germanium
Diantaranya :OA85, OA91, AA116

Jenis Dioda:
1. Dioda germanium yaitu dioda yang terbuat dari bahan Germanium.
2. Dioda Silikon Yaitu dioda yang terbuat dari bahan silikon.
3. Dioda Silenium yaitu dioda yang terbuat dari bahan silenium.
4. Dioda Zener yaitu dioda yang terbuat dari bahan zener dan banyak digunakan dalam rangkaian Catu daya sebagai Stabilisator.
5. Dioda cahaya sering di sebut LED.
LED merupakan singkatan dari Ligt Emiting Diodayaitu dioda yang terbuat dari bahan Ga (Galium), As dan Fosfor yang dapat mengeluarkan cahaya. Led merupakan product temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan di temukan bahwa elektron yang menerjang sambungan anoda dan katoda juga melepaskan energy panas dan energy cahaya.
Pada dasarnya semua warna dapat dihasilkan, namun akan menjadi sangat mahal dan tidak effisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu juga di perhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi dayanya. bentuk dari LED bermacam-macam, ada yang bulat dan persegi.
Sifat dari LED yaitu ; ia akan mengemisi cahaya jika memperoleh tegangan panjar maju dan tidak tahan terhadap tegangan tinggi, kira-kira hanaya 1,5-20Volt.

TRANSISTOR


Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.



Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter)

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.

Daftar isi

[sembunyikan]
1 Cara kerja semikonduktor
2 Cara kerja transistor
3 Jenis-jenis transistor
3.1 BJT
3.2 FET

[sunting]Cara kerja semikonduktor

Pada dasarnya, transistor dan tabung vakum memiliki fungsi yang serupa; keduanya mengatur jumlah aliran arus listrik.

Untuk mengerti cara kerja semikonduktor, misalkan sebuah gelas berisi air murni. Jika sepasang konduktor dimasukan kedalamnya, dan diberikan tegangan DC tepat dibawah tegangan elektrolisis(sebelum air berubah menjadi Hidrogen dan Oksigen), tidak akan ada arus mengalir karena air tidak memiliki pembawa muatan (charge carriers). Sehingga, air murni dianggap sebagai isolator. Jika sedikit garam dapur dimasukan ke dalamnya, konduksi arus akan mulai mengalir, karena sejumlah pembawa muatan bebas (mobile carriers, ion) terbentuk. Menaikan konsentrasi garam akan meningkatkan konduksi, namun tidak banyak. Garam dapur sendiri adalah non-konduktor (isolator), karena pembawa muatanya tidak bebas.

Silikon murni sendiri adalah sebuah isolator, namun jika sedikit pencemar ditambahkan, seperti Arsenik, dengan sebuah proses yang dinamakan doping, dalam jumlah yang cukup kecil sehingga tidak mengacaukan tata letak kristal silikon, Arsenik akan memberikan elektron bebas dan hasilnya memungkinkan terjadinya konduksi arus listrik. Ini karena Arsenik memiliki 5 atom di orbit terluarnya, sedangkan Silikon hanya 4. Konduksi terjadi karena pembawa muatan bebas telah ditambahkan (oleh kelebihan elektron dari Arsenik). Dalam kasus ini, sebuah Silikon tipe-n (n untuk negatif, karena pembawa muatannya adalah elektron yang bermuatan negatif) telah terbentuk.

Selain dari itu, silikon dapat dicampur dengan Boron untuk membuat semikonduktor tipe-p. Karena Boron hanya memiliki 3 elektron di orbit paling luarnya, pembawa muatan yang baru, dinamakan "lubang" (hole, pembawa muatan positif), akan terbentuk di dalam tata letak kristal silikon.

Dalam tabung hampa, pembawa muatan (elektron) akan dipancarkan oleh emisi thermionic dari sebuah katode yang dipanaskan oleh kawat filamen. Karena itu, tabung hampa tidak bisa membuat pembawa muatan positif (hole).

Dapat disimak bahwa pembawa muatan yang bermuatan sama akan saling tolak menolak, sehingga tanpa adanya gaya yang lain, pembawa-pembawa muatan ini akan terdistribusi secara merata di dalam materi semikonduktor. Namun di dalam sebuah transistor bipolar (atau diode junction) dimana sebuah semikonduktor tipe-p dan sebuah semikonduktor tipe-n dibuat dalam satu keping silikon, pembawa-pembawa muatan ini cenderung berpindah ke arah sambungan P-N tersebut (perbatasan antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n), karena tertarik oleh muatan yang berlawanan dari seberangnya.

Kenaikan dari jumlah pencemar (doping level) akan meningkatkan konduktivitas dari materi semikonduktor, asalkan tata-letak kristal silikon tetap dipertahankan. Dalam sebuah transistor bipolar, daerah terminal emiter memiliki jumlah doping yang lebih besar dibandingkan dengan terminal basis. Rasio perbandingan antara doping emiter dan basis adalah satu dari banyak faktor yang menentukan sifat penguatan arus (current gain) dari transistor tersebut.

Jumlah doping yang diperlukan sebuah semikonduktor adalah sangat kecil, dalam ukuran satu berbanding seratus juta, dan ini menjadi kunci dalam keberhasilan semikonduktor. Dalam sebuah metal, populasi pembawa muatan adalah sangat tinggi; satu pembawa muatan untuk setiap atom. Dalam metal, untuk mengubah metal menjadi isolator, pembawa muatan harus disapu dengan memasang suatu beda tegangan. Dalam metal, tegangan ini sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari yang mampu menghancurkannya. Namun, dalam sebuah semikonduktor hanya ada satu pembawa muatan dalam beberapa juta atom. Jumlah tegangan yang diperlukan untuk menyapu pembawa muatan dalam sejumlah besar semikonduktor dapat dicapai dengan mudah. Dengan kata lain, listrik di dalam metal adalah inkompresible (tidak bisa dimampatkan), seperti fluida. Sedangkan dalam semikonduktor, listrik bersifat seperti gas yang bisa dimampatkan. Semikonduktor dengan doping dapat diubah menjadi isolator, sedangkan metal tidak.

Gambaran di atas menjelaskan konduksi disebabkan oleh pembawa muatan, yaitu elektron atau lubang, namun dasarnya transistor bipolar adalah aksi kegiatan dari pembawa muatan tersebut untuk menyebrangi daerah depletion zone. Depletion zone ini terbentuk karena transistor tersebut diberikan tegangan bias terbalik, oleh tegangan yang diberikan di antara basis dan emiter. Walau transistor terlihat seperti dibentuk oleh dua diode yang disambungkan, sebuah transistor sendiri tidak bisa dibuat dengan menyambungkan dua diode. Untuk membuat transistor, bagian-bagiannya harus dibuat dari sepotong kristal silikon, dengan sebuah daerah basis yang sangat tipis.
[sunting]Cara kerja transistor

Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.

Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.

FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut. Lihat artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang lebih lanjut.
[sunting]Jenis-jenis transistor



PNP                                                                               NPN

                                                                     

P-channel                                                                   N-chanel

BJT

JFET

Simbol Transistor dari Berbagai Tipe

Secara umum, transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori:
Materi semikonduktor: Germanium, Silikon, Gallium Arsenide
Kemasan fisik: Through Hole Metal, Through Hole Plastic, Surface Mount, IC, dan lain-lain
Tipe: UJT, BJT, JFET, IGFET (MOSFET), IGBT, HBT, MISFET, VMOSFET, MESFET, HEMT, SCR serta pengembangan dari transistor yaitu IC(Integrated Circuit) dan lain-lain.
Polaritas: NPN atau N-channel, PNP atau P-channel
Maximum kapasitas daya: Low Power, Medium Power, High Power
Maximum frekwensi kerja: Low, Medium, atau High Frequency, RF transistor, Microwave, dan lain-lain
Aplikasi: Amplifier, Saklar, General Purpose, Audio, Tegangan Tinggi, dan lain-lain
[sunting]BJT

BJT (Bipolar Junction Transistor) adalah salah satu dari dua jenis transistor. Cara kerja BJT dapat dibayangkan sebagai dua dioda yang terminal positif atau negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Ketiga terminal tersebut adalah emiter (E), kolektor (C), dan basis (B).

Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik. Rasio antara arus pada koletor dengan arus pada basis biasanya dilambangkan dengan β atau hFE. β biasanya berkisar sekitar 100 untuk transistor-transisor BJT.
[sunting]FET

FET dibagi menjadi dua keluarga: Junction FET (JFET) dan Insulated Gate FET (IGFET) atau juga dikenal sebagai Metal Oxide Silicon (atau Semiconductor) FET (MOSFET). Berbeda dengan IGFET, terminal gate dalam JFET membentuk sebuah dioda dengan kanal (materi semikonduktor antara Source dan Drain). Secara fungsinya, ini membuat N-channel JFET menjadi sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah dioda antara grid dan katode. Dan juga, keduanya (JFET dan tabung vakum) bekerja di "depletion mode", keduanya memiliki impedansi input tinggi, dan keduanya menghantarkan arus listrik dibawah kontrol tegangan input.

FET lebih jauh lagi dibagi menjadi tipe enhancement mode dan depletion mode. Mode menandakan polaritas dari tegangan gate dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik. Jika kita ambil N-channel FET sebagai contoh: dalam depletion mode, gate adalah negatif dibandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah positif. Untuk kedua mode, jika tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain akan meningkat. Untuk P-channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Sebagian besar IGFET adalah tipe enhancement mode, dan hampir semua JFET adalah tipe depletion mode.

Rabu, 30 November 2011

ELEKTRONIC DASAR

KOMPONEN ELEKTRONIKA

1. Komponen Pasif.
         Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoprasianya tidak memerlukan sumber tegangan atau arus tersendiri.
           Adapun yang termasuk komponen pasif antara lain :

           1.1 RESISTOR (TAHANAN, PELAWAN,PENGHAMBAT)
                 Resistor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menghambat arus listrik.
                 Resistor dibagi menjadi 2 yaitu :
                
                 1.1.1 Resistor Tetap
                          Resistor tetap yaitu resistor yang memiliki hambatan yang tetap / tidak berubah.
                          Resistor memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/16 Watt, 1/8 Watt, 1/4watt,
                          1/2 Watt. 1 watt, 5 Watt dst,
                          Artinya Resistor hanya dapat dioprasikan sesuai daya maksimal sesuai dengan 
                          kemampuan dayanya.

                          Contoh Resistor dan Simbolnya :

Satuan Resistor adalah Ohm 


                           Untuk mengetahui nilai hambatan suatu resistor dapat di lihat atau dibaca dari
                           warna yang tertera pada bagian luar badan resistor tersebut yang berupa cincin warna
                           atau galang warna.

TABEL KODE WARNA RESISTOR
Keterangan :
* Gelang ke-1 dan ke-2 menyatakan angka
* Gelang ke-3 menyatakan faktor pengalian ( banyaknya nol )
* Gelang ke-4 menyatakan toleransinya.

Misalkan ;
  Gelang ke-1 = merah =2
  Gelang ke-2 = hitam = 0
  Gelang ke-3 = kuning = X10 pangkat 4
  Gelang ke-4 = perak = 10%
Berarti nilai resistor tersebut = 200.000 ohm atau  200K.Ohm dengan toleransi sebesar 10%

                     1.1.2  Resistor Yang Tidak Tetap ( Variabel ).
                               Adalah resistor yang nlai hambatannya atau resistansinya dapat diubah- ubah.
                               Jenisnya antara lain yaitu Hambatan geser, Trimpot dan Potensio.
                               Yang banyak kita gunakan adalah trimpot & potensio
                               
                               A   POTENSIO METER
                               Resistor yang nilai hambatanya dapat diubah dengan cara mamutar poros
                               handelnya yang sudah tersedia. Potensio meter pada dasarnya sama dengan
                               trimpot secara fungsional.
                             
                               simbol Potensio meter

                                        


Trimpot sama dengan potensiometer, sama-sama diputar diporos, bedanya trimpot diputar pake obeng.

          lanjuuuuuuuut

Sabtu, 06 Agustus 2011

BELAJAR SERVICE TV

imagePENGOPERSIAN FACTORY MODE

1.MASUK KE MODE STBY
2.TEKAN DAN TAHAN TOMBOL MENU DI REMOTE SEKITAR 5 DETIK.
3. SETELAH TV NYA NYALA ,MASUKAN PASSWORDNYA.
*. ADJUSTMENT PASSWORDNYA 1013
*.SET UP PASSWORDNYA 1014
*.UNTUK RESET SYSTEM PASSWORD
4. UNTUK MENYIMPAN TEKAN MENU DI REMOTE.
Berikut ini adalah fungsi dari masing masing option bit
image
semoga bermanfaat
POLYTRON  51N21 PROTECimage IC HBT 00-XX
TV POLYTRON DIGITEC
  • kerusakan Tv nyala sebentar kemudian mati protect
  • cek dulu ic vertikal apakah bekerja normal? jika bekerja normal  pada kumparan def yoke akan terbentuk gelombang gigi gergaji dengan frequensi 50HZ.(seperti AC PLN )  melewati elco 1uf 50 volt Lalu disearahkan oleh diode ,maka akan terbentuk teganagan DC seharusnya keluar tegangan 5 volt seprti terlihat pada gambar dibawah ini
  • penyebab rangkaian protect aktip menyebabkan ic mikom standby (meggunakan aktip low)
  • solusi: ganti c402 1uf50v dengan yang baru atau diganti dengan yang lebih besar seperti 4,7 uf
  • pada gambar diperlihatkan tegangan yang seharusnya keluar adalah 5 volt.
  • Jika tidak ada tegangan 5 volt patut di curigai IC Vertikal tdk bekerja.
                                                                            image
Semoga ada manfaatnya. 
----------------------------------------------------------------------------------------------


4 Agustus 2011

POLYTRON LSIDI

Filed under: skema tv,TIPS&TRIK — digitalmas @ 7:25 AM 
Tags: 
Nama LSIDI sesuai dengan penampilan TV ini , kalau dilihat sepintas memang persis TV LCD ,begitu juga dengan multimedia input yang telah menyatu dengan TV ini ,dengat fitur yang baru yaitu touch sensor .sensor sentuh ini sangat senstif , seperti halnya pada sistem touch screen
image
Meskipun penampilan LCD namun jika dibuka , tidak ada yang mencolok dari tv ini , yang berbeda hanya penambahan MPEG untuk multimedia dan IC ATA2508 untuk touch sensor .Rangkaian regulator masih tetap ciri khas polytron ,dan ic smd UOC menggunakan HBT01-05 . audio processor masih mengunakan tda7442d
Ada pengalaman unik ketika memperbaiki tv model LSIDI ini .
  1. problem protek

    seperti umumnya tv merk lain tv lsidi ini juga dilengkapi fungsi protect . Kaki protect terletak di kaki 67 (key&protect IC HBT 01-05),menggunakan sistim aktif LOW , artinya jika tegangan di kaki 67 mendekati 0 volt  tv ini akan protect, Sistem kerja rangkaian protec sama seperti polytron terdahulu yakni menggunakan pulsa vertikal , jika vertikal sudah bekerja maka sinyal gigi gergaji dari output vertikal akan dilewatkan oleh elco c402 dan disearahkan menjadi tegangan DC oleh diode D401 ,tegangan DC yang masih mengandung sinyal gigi gergaji akan difilter oleh C401 supaya menjadi DC murni ,tegangan DC ini akan dilewatkan oleh R713 menuju basis T701 , jika basis mendapat tegangan DC maka di colector T701 akan menjadi LOW = 0 volt ,colector dari T701 terhubung dengan T703 ,jika basis T703 maka dicolector T703 akan HIGH = sekitar 4,5 volt , nah informasi dari colector T703 ini akan disampaikan ke IC 301 HBT 01-05 melalui R703 , dan IC 301 akan mengerti dengan kondisi ini .jika kondisi LOW= 0 volt maka akan masuk mode protect , dan sebaliknya .nah sekaranga bagaimana caranya agar tv tersebut kita paksa supaya masuk ke mode normal atau non protect cara yang paling mudah adalah melepas kaki kolector T703 sehingga dikaki 67 menjadi HIGH=4,6 volt .maaf ini hanya untuk perbaikan saja ; jika sudah normal harap dikembalikan ke posisi semula .
  2. VERTICAL PROTECT

  • SWITCHING POWER SUPPLY
Power supply : dalam rangkaian power supply ini persis dengan polytron terdahulu , artinya sama saja namun ada satu hal yang perlu diperhatikan yakni penulisan komponen T505(transistor take over)  jika dilihat dari bottom layout hurup BCE nya tertukar jadi seharusnya ECB , saya pernah terjebak ketika memasang T505 ini ,dimana hanya memperhatikan bottom layout saja padahal itu salah , yang betul yang ada di top overlayout nya .problem yang sering ditemui juga sama yaitu sering jebolnya T505 menyebabkan resistor (R517) 180 gosong .transistor T505 bisa diganti dengan nomor A1013 yg banyak dijual di toko toko , dan jika R517 (180) terbakar biasanya disebabkan oleh tegangan lebih pada kaki colector T505 ; normal tegngan nya adalah sekitar 7,5 volt , jika colector T505 lebih dari tegangan 15 volt maka resistor 517 akan hangus dan memebuat diode zener D512(5,6 volt ikut hubung singkat (short atau korslet) dan transistor untuk regulator 5volt digital T504 (atau tegangan utama untuk mensuplai IC HBT 01-05 juga ikut terbakar menyebabkan tegangan di emitor T504 juga jadi naik , hal ini membahayakan IC 301 , biasanya IC HBT01-05 akan ikut rusak .
IC 301 HBT 01-05 mempunyai 80 kaki :
  • VCC Digital ada di kaki 61
  • Reset ada dikaki 65 menggunakan reset aktiv low menggunakan IC kia7045.
  • parabolic out put atau untuk pin corection atau pengatur wide dan koreksi cacat bantal ada di kaki 71
  • Power on/off ada dikaki 74
  • SCL & SDA ada dikaki 2 dan 3
  • X-TAL clock ada dikaki 63 dan 64
  • VCCA ada dikaki 9 ,18,48
  • Horzontal out ada dikaki 62
  • vertikal Out kaki 49
  • ABL / ABCL IN kaki 38
  • kontrol untuk multi media ada dikaki 78,79 80 (ack,stb dan data )
  • audio out ada dikaki 36-37
  • video out kaki 35.
skema bisa anda download disini

31 Januari 2011

TIPS Aman Modifikasi Power Supply bag 2

Filed under: TIPS&TRIK — digitalmas @ 9:21 PM 
Berdasarkan pengalaman yang saya alami selama  ini ada beberapa caatatan yang dapat saya simpulkan dari pengalaman dalam hal modifikasi power supply .
  • trik modifikasi pada tv merk politron  menggunakan TDA  8380 .
    • Pada model ini pemasangan relatif mudah .hanya melepas tr but11af  dan menyambung kan kabel warna merah ke colektor dan kabel warna hitam ke ground atau bekas emitor  yang harus diperharikan adalah rangkaian snuber . dimana rangkaiam snubernya menggunakan rangkaian r 1.8k 5w .sedangkan di  petunjuk pemakaian .rangkaian subbernya menggunakan RC deengan nilai 22-100 5watt dan c 470  -102 2KV . JAdi rangkaian nya  peru dirubah atau disesuaikan dengan yang di skema dari astelo atau gacun .
  • trik modifilasi pada TV yang menggunakan fet fs7um .
    • model ini menggunakan sistim tegangan turun pada   posisi standby .jadi pada model ini kabel warna biru harus di pasang ,cara pemasangan nya adalah kabel biru dipasangkan ke kaki 4 photocoupler . harus diperhatikan bahwa rangkaian di hot chasis jangan dilepas , terutama t506 .jadi biarkan terpasaang semua karena rangkaian ini memerlukan rangkaian error control perhatikan gambar dibawah   ini . yang dilepas hanya fet nya saja sedangkan zener 12v yang sering hangus terbakar biarkan saja . 
    • rangkain snuber nya juga belum sesuai dengan yang di gambar jadi perlu penyesuaian yaitu r22-100 2watt belum terpasang
    • modifikasi power suplai POLYTRON

----------------------------------------------------------------------------------------------

SHARP

image
Saya baru saja menemukan kerusakan aneh pada tv SHARP 14S20D2.(Menggunakan IC IX 245 wjn4)
Kerusakannya kalau tombol menu/preset di teken tv nya jadi mati protect.tau kan beda nya protec sama kerusakan mati stby? Kalau protect tv  tidak bisa di onkan lewat remote/tombol ch+ atau ch- ,tapi kalau mati stby bisa di on kan dari tombol ch atau dari remote.
1.Problem kalau di tekan tombol menu/preset tv jadi mati protect
Penyebab pin protect pin63 ic ix 245 tidak terhubung ke rangkaian protect.
solusi hubungkan pin 63 ke rangkaian protec bila terputus.
2. Problem tdk ada warna /hitam putih
penyebab ic ix 245 kualitas solder nya kurang bagus .
solusi lepas dulu ic chips ix 245 lalu bersihkan pcb nya dengan tiner terlebih dahulu ,lalu pasang kembali ic ix 245 nya kembali
SHARP  X-PRESION
 image
Skema diatas adalah skema TV SHARP yang menggunakan IC M61262 DAN IC PROG IX226.Banyak dijumpai kerusakan pada TR601 2PD601AR transistor chip .Gejalanya tv tidak mau start .tapi lampu stby nya nyala ,begitu dihidupkan B+ untuk ic program (micro control unit –reg )pin30 ic M61262 mengalami drop ,sehingga tvnya tdk mau nyala. Solusinya cek tr chip TR601 ATAU langsung ganti saja.

SHARP  MS series
TV ini menggunakan pasililitas child lock cara bukanya pake nomor 0000 atau 2398
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengukuran yang salah kaprah ?

Filed under: Tak terkategori — digitalmas @ 9:24 PM 
Televisi model slim  DAN FLAT banyak dijumpai kerusakan pada bagian capasitor yang ada di daerah horizontal out ,kerusakan umum yang sering terjadi adalah jebolnya transisitor horizontal out secara langsung atau tanpa isarat .
Capasitor ini umumnya milar ,dengan tegangan kerja tinggi seperti contoh untuk CTV LG ,c 423 dan c431,
Sedangkan merk polytron adalah c801 nilainya 300nf400volt(nilai berbeda tergantung inchi )
Untuk merk sharp nilai capasitornya 33nf630volt
problem lg slim  gambar untuk kepentingan blog 005

Saya sering menerima pertanyaan dari rekan rekan teknisi ,tentang problem dari tv slim/flat  ,dimana hampir semua keluhan nya transistor horizontal jebol terus ,
saya sering bertanya apakah capasitor nya bagus ?”
mereka kebanyakan menjawab :” bagus ! “. ada satu hal yang membuat saya jadi heran ,kenapa mereka menyimpulkan bahwa  capasitor mylar tersebut bagus ,lalu saya tanya “berapa nilai yang terukur ?” ,mereka diam .”pokok nya bagus sudah saya ukur” ,saya tanya kamu gimana cara ngukurnya ? jawabanya adalah “pake avo meter skala ohm x10K , jarum nya bergerak sebentar lalu kembali ke tempat semula “ .Hal seperti diatas bukan dari satu orang teknisi ,namun hampir semua teknisi mempunyai persepsi yang sama dalam metode pengukuran capasitor .Saya tidak tahu sumber tersebut berasal dari mana ?.
Kalau kita perhatikan dari cara mengukur capasitor ,dengan mangguanakan metode skala ohm  ,menurut saya adalah salah kaprah ,itu hanyalah salah satu teory tentang capasitor ,dimana capasitor atau elco , bila diberikan tegangan maka akan mengalirkan arus (mengisi/charging)Atau resistansinya turun ,tidak jauh bedanya dengan proses pengisian ACCU/AKI, bila accu kosong maka akan mengalir arus ,tapi kalau sudah penuh arus tidak akan mengalir sama sekali / resistansinya tinggi ,elco yang sudah terisi penuh juga dapat membuang isi/muatannya(discharge).
TEORY CAPASITOR
capasitor meter







Kesimpulannya adalah gunakanlah alah ukur yang sesuai ; bila mengukur panjang gunakanlah meteran ,mengukur berat gunakanlah timbangan ,
,bila mengukur capasitor dibagian horizontal out sebaiknya diukur menggunakan alat ukur yang benar ,artinya jika capsitor yang diukur maka gunakanlah capasitor meter. Capasitor dibagian ini sangat kritis ,sebaiknya diganti dengan nilai yang sama .
Untuk transistor yang jebol dengan nomor parts c6090 ,bisa diganti dengan J6810 ,bentuk fisiknya lebih besar ,tapi lebih dingin ,transisto ini biasa digunakan oleh monitor komputer LG , TV slim ini juga sebetulnya mengadaptasi dari PC monitor dalam hal pengaturan geometri , sudah kita ketahui bersama bahwa monitor pc yang masih crt .geometri nya ada di menu user ,jadi kita bisa melebarkan gambar bagian kiri saja atau kanan saja atau keduanya ,menu untuk geometri di monitor PC komplit , bagian vertikal dan horizontalnya bisa diatur .
Hati hati dipasaran banyak dijumpai transistor c6090 yang palsu !! , bila dipasang transistor ini sangat panas , ternyata setelah diukur hfe transistor  palsu ini besar , beda dengan transisitor c6090 yang asli hfe nya kecil .
Saran , jika menemui kerusakan Horizontal out jebol ,maka ukurlah capasitor nya , atau klo tidak punya alat ukur sebaiknya langsung ganti saja .!

smua ini sy salin dri artikelya kang DEDE,THANKS
==================================================================================

Mengatasi problem gambar dan suara berkedip TV SHARP 29DXS200MKII

Filed under: Tak terkategori — digitalmas @ 5:57 AM 
Tv sharp SLIM 29 inchi menggunakan IC IXC844 ;
Saya menjumpai kerusakan dengan gejala gambar berkedip kedip seperti blitz foto (flicker), terus menerus dan suara juga ikut putus putus .
Gejala ini muncul jika tv sudah dinyalakan lebih dari 10 menit ,saya menaruh curiga pada rangkaian ic vertikal dan menyangka ic vertikal mengalami panas berlebih ,namun ternyata setelah mengganti ic vertikal gejala masih tetap sama .akhirnya saya tanya ke teman yg di sharp SS ,mereka memberi tahukan bahwa pulsa dari trafo switching yang menuju ke ic program IXC 844 mengalami cacat ,saya penasaran dan dicoba diukur menggunakan osciloscope dan ternyata betul sinyal untuk AC detector mengalami cacat/bergetar , seperti filter ac yang tidak bersih ,

gelombang cacat sebelum dipasang capsitor 10nfsetelah dipasang capsitor 10nf  
Solusi dari problem tersebut bisa diatasi dengan memasang capasssitor filter dirangkaian AC detect , pasang capasitor 10nf antara resistor R1001 dengan ground seperti pada gambar
Foto000gambar sharp flicker
Info tambahan mengenai SHARP yang menggunakan IC IXC844
  1. Protek utama bisa di non-aktipkan dengnan melepas jumper j497
  2. Setting default EEPROM dengan cara menghubungkan jumper 483 dengan ground pada saat start ;dengan catatan IC memory EEPROM harus kosong
IC SERI IXC844 telah  mengalami bebrapa kali versi /penyempurnaan .IC IXC927=>IXC688=>IXC844=>IXD062=>IXD067
Sebagai catatan IC yg paling atas atau terakhir bisa masuk ke versi sebelumnya namun sebaliknya versi yang lama tdk bisa dipasang ke mesin versi baru
Contoh IC IXD067 bisa dipasang/mengganti  ke semua ic mulai dari ixc927/688/844/ixd062 tapi ixc844 tdk bisa untuk mengganti ixd067
semoga bermanfaat bagi rekan teknisi yang mengalami problem serupa